Monday, March 7, 2016
BAKAT ANAK
Sebuah artikel di Rumah Inspirasi menuliskan:
"Setiap anak adalah unik, demikian pula bakat dan potensi yang dimilikinya. Keunikan setiap anak ini harus disadari sepenuhnya oleh orangtua, sehingga orangtua tak jatuh pada tindakan membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain." Hal yang sama juga pernah dituturkan bu Septi Peni (founder Institute Ibu Profesional), "jangan membandingkananak bahkan dengan saudara kandungnya sendiri."
Dzaki, sulung kami masih 6 tahun. Tahapan dimana anak masih cenderung bermain dan bereksplorasi. Tugas orang tua cukup memfasilitasi saja kegiatan positif yang dilakukan anak. Karena kita tidak tahu, mana dari kegiatan tersebut yang menjadi potensi terbesar dan bakat terpendamnya.
Tapi ada satu aktivitas yang membuat Dzaki selalu merasa enjoy dan betah berlama-lama mengerjakannya. Yah, menggambar. Dan kebiasaan dari kecil juga, Dzaki senang menceritakan kembali apa yang sudah digambarnya tersebut.
Dan semalam, ketika melihat Dzaki asyik sekali dengan kegiatan menggambarnya, Ummi nyeletuk ke Abi, "kalau tinggal di Bandung, mau deh masukin Dzaki ke Rumah Pensilnya kak Eka Wardhana untuk ikut kursus membuat komik."
Dzaki menimpali,"Buat komik dijual ya Mi, nih komik Aki", sambil menyodorkan selembar kertas bergambar dengan beberapa tulisan yang hanya Dzaki dan Allah yang tahu maksudnya. Hehee.
Hingga kini, kami belum tahu apakah memang dibidang ini bakatnya. Kami baru sampai pada tahap menfasilitasi Dzaki menggambar. Kedepannya berharap segera menemukan komunitas yang cocok untuk hobinya ini. Sehingga, karya Dzaki dapat dioptimalkan lagi.
Note:
Keterangan gambar.
Kelinci melihat semut-semut berkumpul, lalu bertanya, "itu sisa roti bukan?"
*eeaaaaa grin emoticon
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment